Showing posts with label words. Show all posts
Showing posts with label words. Show all posts
Sunday, August 25, 2013
Thursday, August 1, 2013
kenapa tidak?
Kata orang cinta itu buta, tapi kalo kau yakin dituntun dan diarahkan oleh orang yang tepat, kenapa tidak? Kata orang cinta itu tuli, tapi kalau kau punya hati untuk berdetak seiringan bersama dia, bahkan kau bisa mendengar dan merasakannya dalam keheningan yang paling hening, kenapa tidak? Cinta itu bisu, tapi ketika dalam hening pun kau bisa meluapkan semua rasa dan memahami yang dia rasa. Kenapa tidak? Jadi apakah cinta melumpuhkan? Hingga kau buta bisu dan tuli? Aku akan menjawab iya dan lalu dia akan menjadi seluruh inderaku, kenapa tidak?
Saturday, July 27, 2013
his text- sunday, june 09 2013 (late post)
“I love you without knowing how, or when, or from here.
I
love you simply, without problems or pride. I have no reason to love you..”-mik
Wednesday, July 10, 2013
iya mik, al paham...
"Iya, inget picture yng aku kirim kekamu kan? Mereka cemburu garagara kamu, bukan kamu yang cemburu gara gara mereka, seharusnya kamu bangga aku ngelakuin itu, itu tandanya aku bangga punya kamu, aku pamerin kemesraan kita ke semua orang, berhasil toh? kamu mesti salah ngartiin kata kataku. Biar mereka tau aku punya Al, biar mereka ndak ndeketin mik. Paham?"
Friday, July 5, 2013
quote of the day
"kangen itu kyk kebelet pup gapeduli kapanpun gapeduli dimanapun gapeduli gimanapun, it just happen."-Aldila Anatygusta
Saturday, June 15, 2013
Pencil and Eraser
Pencil : You know, I'm really sorry
Eraser : For what? You didn't do anything wrong.
Pencil : I'm sorry, because you get hurt because of me. Whenever I make a mistake, you're always there to erase it. But as you make my mistake vanish, you lose a part of yourself. You get smaller and smaller everytime.
Eraser : That's true, but I don't really mind. You see, I was made to do this. I was made to help you whenever you do something wrong. Even though, one of these days, I know I'll be gone and you have to replace me with a new one, I'm actually happy with my job. So please, stop worrying. I hate seeing you sad :)
Wednesday, June 12, 2013
Sunday, June 9, 2013
kata Hilmy sih gini..
"Meskipun cinta kadang
melukai, tapi tetaplah hidup dengan cinta.
Cinta akan membuatmu TERSENYUM
ketika kamu LELAH.
Dan bila cinta memelukmu, maka dekaplah ia.
Mencintai memang
indah, namun dicintai lebih dari itu.."
Wednesday, May 29, 2013
Monday, March 25, 2013
Tuesday, March 19, 2013
Monday, March 18, 2013
midnight words
Gadis itu keluar dari kamar dan kembali duduk didepan monitor komputer
Menyalakan benda itu,membuka folder demi folder
Memori itu pun kembali memasuki jiwanya
Menghantam keras perasaan
Dan membuat dia kembali mengalirkan air matanya.
Menyalakan benda itu,membuka folder demi folder
Memori itu pun kembali memasuki jiwanya
Menghantam keras perasaan
Dan membuat dia kembali mengalirkan air matanya.
goodnight
"If you can't be a pencil to write anyone's happiness,
try to be a nice eraser to remove someone's sadness"
just want to post some words. and then , goodnight everyone. sleeptight <3
Saturday, March 16, 2013
aku tidak setuju dengan Johnny
“If you love two people at the same time, choose the second one, because if you really loved the first one you wouldnt have fallen for the second.” – Johnny Depp
Jika kamu tidak mengerti ungkapan Johnny di atas, bergegas ambil kamus atau panggil kekasihmu (yang mengerti bahasa Inggris tentunya) untuk menjelaskannya untukmu.
Johnny, ungkapanmu itu mungkin banyak disukai orang, khususnya penggemarmu. Namun aku, sebagai salah satu penggemarmu juga, tidak setuju. Sama sekali tidak setuju.
Kamu pernah berjalan di atas jalan setapak dan tak berujung? Itulah yang aku maksud. Johnny mengatakan ketika kita mencintai dua orang di waktu yang sama, pilihlah yang kedua, karena ketika kamu benar-benar mencintainya, kamu tidak akan jatuh cinta lagi.
Salah! Lalu bagaimana ketika sudah memilih yang kedua, kemudian datang yang ketiga? Ketika telah memilih yang ketiga, datang yang keempat? Sampai kapan pun, kamu tak akan pernah menemukan akhirnya.
Menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih adalah tentang menerima kekurangan. Bukan berarti cinta itu buta, tetapi cinta itu bertanggung jawab. Ketika kamu memulai untuk jatuh cinta pada seseorang, pertahankan itu sampai titik sayang penghabisan, juga sebagai tanggung jawab.
Ketika kamu (mungkin) berpindah ke lain hati, itu karena di hati yang sebelumnya kamu menemukan kekurangan, tetapi jika bagimu kekurangan itu bisa diterima, di situlah cinta bekerja. Kelebihan? Anggap saja itu bonus. Bahkan mengkonversi semua kekurangannya menjadi kelebihan bagi kamu, akan menghasilkan cinta yang luar biasa.
Semoga kita semua terhindar dari jalan setapak tak berujung.
-Racikan kata-Dara Prayoga-
(masih) merindu
Kepada kamu, tenang saja. Ketika aku tidak menulis tentang kamu, bukan berarti aku sedang tidak memikirkan kamu.
ditulis di sore yang dingin dibasahi rindu
hujan diluar jendelaku
Ketika hujan turun, aku
selalu berterima kasih. Berterima kasih kepada hujan, karena telah memberiku
kesempatan untuk melamun. Bagiku, saat hujan adalah saat yang tepat untuk
melamun. Melihat tetesan hujan dari jendela yang terlihat seperti memaksa untuk
masuk tapi terhalang kaca jendela. Menatap kumpulan tetesannya yang bersatu
menjadi sebuah aliran air menuruni kaca jendela, seolah mereka tak lagi ada
harapan untuk masuk, dan rela untuk luruh jatuh ke tanah.
Entah mengapa, hujan yang datang beramai-ramai itu hanya
menghadirkan sepi. Apakah hujan terdiri atas 1% air + 99% kesepian? Jika benar
begitu, yang tersisa hanya 100% kenangan.
Namun, bahkan setelah hujan berhenti pun kesepian itu tak kunjung
luruh bersama aliran air hujan? Masih tetap menggantung seperti tetesan embun
di pucuk daun.
padamu yang telah lama pergi
5 bulan berlalu dan aku masih mencoba melepaskan diri dari belenggu memori sebelas bulan itu..
Hujan yang yang turun diluar rumahku saat ini kembali menyibak kenangan setahun yang lalu. Iya, setahun yang lalu. Saat saat dimana kita masih bersama. Sebelas bulan itu bukan tanpa arti. Sebelas bulan itu benar benar memberikan aku suatu pengalaman, pengalaman memilikimu, pengalaman dicintai olehmu. Tapi mungkin karena salah siapa-entahlah aku tidak peduli-akhirnya sesuatu memisahkan kita.
Perpisahan bukan hanya
perihal membukukan mesin waktu. Namun malah mengaktifkan bom waktu. Hingga
semua meledak dalam ribang yang agung. Tak pernah aku rasakan damba yang
sebegininya. Selain sejak ditinggal kamu, sesaat setelah lengkung senyummu
lenyap ditelan cahaya berkecepatan tinggi. Bergerak menjauh. Semua hanya
mendekatkan aku, pada kesepian.
Selalu memejamkan mata, masih mencoba menyeman sunyi, yang hadir malah bayangmu. Lagi. Aku hembuskan percik kenangan di membran kepala, kemudian menyundut api kesendirian. Lalu aku terbakar di dalamnya. Bersama kamu. Kenangan kita.
Hingga kini. Aku masih melambaikan tangan ini. Padamu yang telah
lama pergi.
"tamparan" untuk pemendam perasaan
Duduk. Dan berpikirlah.
“Aku yang lebih sayang sama kamu dibanding dia!”
Kalimat itu bukanlah sebuah persoalan, karena besar atau tidaknya
sebuah sayang tidak akan berarti apa-apa kalau semua itu cuma dipendam.
Memendam perasaan bukan cara yang bagus untuk menunjukkan seberapa
besar sayangnya kamu untuknya.
Risiko terbesar memendam perasaan adalah melihat dia dimiliki
seseorang yang sayangnya tidak sebesar sayangmu.
Mau sayangmu lebih besar dari sayangnya, atau biarpun kamu yang
lebih dahulu jatuh cinta padanya, semuanya sia-sia jika hanya dipendam.
Kamu boleh bangga punya sayang lebih besar atau lebih dulu jatuh
cinta padanya, tapi pemenangnya tetap mereka yang mengungkapkan.
“Memendam perasaan” adalah makhluk yang akan menggerogoti hati
sendiri… sampai habis. Tak bersisa.
Memendam perasaan adalah bom waktu. Tinggal tunggu, meledak
menjadi ungkapan perasaan, atau menjadi ledakan tangisan.
Memendam perasaan karena takut jika mengungkapkan malah membuat
jauh? Justru dengan memendam, kamu menjauhkan hati kamu, dengan hatinya.
Mereka yang sayangnya lebih besar tapi dipendam, terduduk di pojok
hati penuh ruang. Mereka yang mengungkapkan, tersenyum menang.
Perasaan. Semakin dipendam, semakin tenggelam. Dalam diam.
Pada akhirnya, sayang yang lebih besar, cinta yg lebih dulu ada,
tak ada apa-apanya jika dibandingkan rasa yang diungkapkan.
Untuk kamu yang memendam perasaan, selamat menunggu… selamanya.
-Racikan kata-Dara Prayoga-
Subscribe to:
Posts (Atom)
